Penggemar Jus Alpukat Punya Sperma yang Lebih Kuat
Saat berenang menuju sel telur, sperma harus berjuang menembus sistem pertahanan pada saluran reproduksi wanita. Kekuatan sperma bisa ditingkatkan dengan sumber makanan atau minuman yang kaya antioksidan, salah satunya buah alpukat.
Dalam kaitannya dengan kualitas sperma, kandungan antioksidan dalam alpukat terbukti memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan kopi dan teh. Fakta ini dibuktikan dalam penelitian para ahli dari University of Western Australia dan Monash University.
Menurut penelitian tersebut, sperma yang memiliki lapisan antioksidan di permukaannya akan lebih mudah mencapai sel telur. Tanpa adanya lapisan antioksidan, sperma akan dianggap benda asing sehingga kehadirannya akan selalu ditolak oleh sistem kekebalan pada tubuh wanita.
Bukan cuma alpukat yang bermanfaat bagi pria, para peneliti mengatakan bahwa antioksidan untuk memperkuat sperma bisa diperoleh dalam beberapa jenis buah dan sayuran segar lainnya. Di antaranya adalah buah lagu, mangga, aprikot, wortel, bayam, kacang, biji-bijian serta gandum.
Selain harus berjuang menembus pertahanan sistem kekebalan tubuh wanita, sperma juga harus berkompetisi dengan sesama sperma yang jumlahnya jutaan dan sama-sama berjuang untuk mencapai sel telur. Sperma yang bergerak paling lincah akan memenangkan kompetisi tersebut.
Di laboratorium, para peneliti juga mengungkap bahwa lapisan antioksidan membuat sperma makin lincah saat berkompetisi dengan sperma yang lain. Makin banyak antioksidan yang melapisinya, makin lincah pergerakan sperma tersebut dan yang paling lincah akan memenangkan kompetisi.
"Perjuangan sperma ibarat perang melawan sistem imun wanita, sehingga hanya yang paling kuat yang bisa menembusnya. Dalam hal ini, banyaknya antioksidan dalam diet seorang pria sebanding dengan peluang untuk mendapatkan banyak anak," ungkap Prof Leigh Simmons dari University of Western Australia seperti dikutip dari smh.com.au, Jumat (22/7/2011).
Penggemar Jus Alpukat Punya Sperma yang Lebih Kuat
Saat berenang menuju sel telur, sperma harus berjuang menembus sistem pertahanan pada saluran reproduksi wanita. Kekuatan sperma bisa ditingkatkan dengan sumber makanan atau minuman yang kaya antioksidan, salah satunya buah alpukat.
Dalam kaitannya dengan kualitas sperma, kandungan antioksidan dalam alpukat terbukti memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan kopi dan teh. Fakta ini dibuktikan dalam penelitian para ahli dari University of Western Australia dan Monash University.
Menurut penelitian tersebut, sperma yang memiliki lapisan antioksidan di permukaannya akan lebih mudah mencapai sel telur. Tanpa adanya lapisan antioksidan, sperma akan dianggap benda asing sehingga kehadirannya akan selalu ditolak oleh sistem kekebalan pada tubuh wanita.
Bukan cuma alpukat yang bermanfaat bagi pria, para peneliti mengatakan bahwa antioksidan untuk memperkuat sperma bisa diperoleh dalam beberapa jenis buah dan sayuran segar lainnya. Di antaranya adalah buah lagu, mangga, aprikot, wortel, bayam, kacang, biji-bijian serta gandum.
Selain harus berjuang menembus pertahanan sistem kekebalan tubuh wanita, sperma juga harus berkompetisi dengan sesama sperma yang jumlahnya jutaan dan sama-sama berjuang untuk mencapai sel telur. Sperma yang bergerak paling lincah akan memenangkan kompetisi tersebut.
Di laboratorium, para peneliti juga mengungkap bahwa lapisan antioksidan membuat sperma makin lincah saat berkompetisi dengan sperma yang lain. Makin banyak antioksidan yang melapisinya, makin lincah pergerakan sperma tersebut dan yang paling lincah akan memenangkan kompetisi.
"Perjuangan sperma ibarat perang melawan sistem imun wanita, sehingga hanya yang paling kuat yang bisa menembusnya. Dalam hal ini, banyaknya antioksidan dalam diet seorang pria sebanding dengan peluang untuk mendapatkan banyak anak," ungkap Prof Leigh Simmons dari University of Western Australia seperti dikutip dari smh.com.au, Jumat (22/7/2011).
Hubungan Seks Remaja Rawan Kanker Serviks
Remaja yang melakukan hubungan seks rawan terkena kanker leher rahim atau serviks penyebab kematian, kata Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Dwi Listya Wardhani, di Batam, Selasa (19/7/2011).
Di hadapan empat puluhan remaja dari seluruh kota/kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau dalam kegiatan Orientasi Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja Tahap Tegak, Wardhani mengatakan, kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virusvirus (HPV).
"Pria dan wanita yang telah berhubungan intim turut berisiko terinfeksi HPV. Terutama yang pernah melakukan hubungan intim saat remaja (usia belasan tahun)," kata dia di Hotel Pusat Informasi Haji Batam Centre, Batam.
Menurut Wardhani, usia menimal wanita melakukan hubungan seksual adalah 21 tahun, itupun harus dilakukan setelah ada ikatan pernikahan.
"Jika dilakukan sebelum usia matang, maka akan sangat beresiko terkena serviks," Tambah Wardhani.
Berdasarkan penelitian Organisasi kesehatan dunia (WHO), kata Wardhani, 490.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa kanker serviks setiap tahun. Bahkan, hampir setengahnya meninggal dunia.
"Artinya, setiap dua menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks. Di Indonesia sendiri, satu wanita meninggal setiap jamnya," kata Wardhani.
Hal tersebut, tambah Wardhani, harus menajadi perhaian para remaja agar tidak menjadi korban berikutnya.
"Remaja harus punya sikap. Jangan sampai terjebak pada pergaulan bebas," kata dia.
Survei Komisi Perlindungan Anak pada 2010 terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi.
"Tak jarang, seorang wanita justru meninggal saat melakukan aborsi. Semua bisa dicegah, kuncinya bentengi diri dan hindari seks bebas," kata Wardhani.*
(hidayatullah.com)
Hubungan Seks Remaja Rawan Kanker Serviks
Remaja yang melakukan hubungan seks rawan terkena kanker leher rahim atau serviks penyebab kematian, kata Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Dwi Listya Wardhani, di Batam, Selasa (19/7/2011).
Di hadapan empat puluhan remaja dari seluruh kota/kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau dalam kegiatan Orientasi Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja Tahap Tegak, Wardhani mengatakan, kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virusvirus (HPV).
"Pria dan wanita yang telah berhubungan intim turut berisiko terinfeksi HPV. Terutama yang pernah melakukan hubungan intim saat remaja (usia belasan tahun)," kata dia di Hotel Pusat Informasi Haji Batam Centre, Batam.
Menurut Wardhani, usia menimal wanita melakukan hubungan seksual adalah 21 tahun, itupun harus dilakukan setelah ada ikatan pernikahan.
"Jika dilakukan sebelum usia matang, maka akan sangat beresiko terkena serviks," Tambah Wardhani.
Berdasarkan penelitian Organisasi kesehatan dunia (WHO), kata Wardhani, 490.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa kanker serviks setiap tahun. Bahkan, hampir setengahnya meninggal dunia.
"Artinya, setiap dua menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks. Di Indonesia sendiri, satu wanita meninggal setiap jamnya," kata Wardhani.
Hal tersebut, tambah Wardhani, harus menajadi perhaian para remaja agar tidak menjadi korban berikutnya.
"Remaja harus punya sikap. Jangan sampai terjebak pada pergaulan bebas," kata dia.
Survei Komisi Perlindungan Anak pada 2010 terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi.
"Tak jarang, seorang wanita justru meninggal saat melakukan aborsi. Semua bisa dicegah, kuncinya bentengi diri dan hindari seks bebas," kata Wardhani.*
(hidayatullah.com)

