TVS Apache 180 ABS Masuk Indonesia Dengan Desain Baru
"Versi ABS-nya kan yang 180 cc. Tunggu tanggal mainnya ya," buka Nurlida Fatmikasari, Corporate Communication TVS-MCI sambil menyebutkan kehadiran motor ini akan ada di semester 2 tahun ini.
Sebelumnya TVS-MCI hanya memasarkan TVS Apache RTR 160. Nah, dengan kehadiran model baru ini konsumen mendapatkan pilihan varian baru yang lebih bertenaga. Pihak TVS mengklaim TVS Apache RTR 180 ABS memiliki tenaga puncak hingga 17,03 PS, sedang TVS Apache RTR 160 hanya 15,2 PS.
Untuk desainnya akan benar-benar mengusung desain baru yang beberapa waktu lalu diluncurkan di India. Paling menarik adalah penambahan lampu senja menggunakan LED. Sorot lampunya diyakini mirip dengan tatapan mata serius. TVS menyebutnya "Eye of Fury".
Sedang bentuk cover samping pada tangki juga dibuat sebagai bagian dari paket aerodinamis yang membantu mengurangi panas mesin. Sedang mesinnya masih memiliki spesifikasi yang tak jauh berbeda dengan versi lawasnya.
Kalau dijual di bawah Rp 20 jutaan, bisa pilihan jadi motor dengan value safety paling lengkap namun terjangkau. Kita lihat saja!
Indikator Filter Udara Bajaj Pulsar Berkedip? Bersihkan Saja
“Nggak usah khawatir ketika lampu indikatornya berkedip. Itu menandakan kalau filter atau saringan udara sudah kotor,” buka Helmi mekanik Bajaj Plaza Motorsport di Jl. Arteri Kelapa Dua No.88 B, Jakarta Barat.
Indikator ini bekerja berkat sebuah sensor yang terletak di dalam boks filter. Sensor filter udara ini seperti lampu sorot yang memendarkan cahaya ke busa filter. Disaat busa filter kotor, cahaya tidak tembus dan sorotnya berbalik menyinari sensor, saat itulah sensor memerintahkan indikator di speedometer untuk berkedip.
Nah, untuk membuat lampu indikator itu gak berkedip gampang kok bersihkan saja filternya. Buka cover bodi sebelah kanan, lalu lepas baut 8 sebanyak empat buah dan tarik busa filternya.
“Langkah selanjutnya, bersihkan busa filter dengan udara bertekanan tinggi dari kompresor. Kalau sudah bersih pasang lagi, dijamin lampu tidak akan nyala lagi," jelas Helmi. "Tapi kalau mau praktis, ganti saja busa filternya dengan yang baru. Enggak mahal kok, cuma Rp 30 ribuan,” tutur pria bertubuh kurus ini.
"Tapi ada juga yang sudah dibersihkan atau diganti baru filternya, indikator tetap berkedip. Biasanya karena sensornya juga kotor. Kalau sensor kotor, langkah membersihkannya agak ribet," lanjut Helmi sambil merinci langkahnya.
Harus bongkar boks filter udara
Nariknya enggak bisa sekaligus, harus dimiringin dulu biar gampang. Setelah terlepas box filternya, buka sensor filter yang nempel di boks dengan menggunkan obeng plus. Lalu cabut sensornya dan bersihkan. Biasanya debu yang menempel bisa langsung hilang setelah disemprot angin kompresor.
"Kalau sensornya sudah bersih dijamin gak bakalan nyala lagi indikatornya,
Test Ride Honda Vario Techno 125 Bareng Komunitas
So, biar mereka yang bicara. Mulai dari penilaian desainnya. "Bentuknya memang terlihat lebih sporty ketimbang versi terdahulu," buka Zamzam, salah seorang member di HVC. Desain bodi yang memiliki banyak sudut tajam memang membuat desainnya lebih modern.
"Dari depan ke belakang terlihat aerodinamis," sambung Zamzam yang tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini. Meski begitu ada juga yang kurang sreg, misalnya Arya Januar. Member HVC asal Cibubur ini merasa bodi belakang Vario Techno 125 terlalu besar.
Tapi dari bodi belakang yang besar ini, kapasitas bagasi dan tangki bahan bakar bisa ditingkatkan. "Bagasi dan tangki bensin lebih besar sangat fungsional," yakin Yogi Hendrawan sambil menunjuk bagasi bervolume 18 liter dan tangki bahan bakar 5,5 liter.
Perhatian rekan dari HVC ini juga terpaku pada speedometer digital baru yang diusung Vario Techno 125. Pada versi combi brake system (CBS) sorot lampu backgroud speedometernya berwarna biru. Sedang versi standar pakai sorot lampu orange. Meski berbeda warna, keduanya tetap memiliki visibilitas yang baik di siang maupun malam hari.
"Kabel speedometer sudah enggak ada di roda depan, ternyata disinkronisasi dengan ban belakang. Sepertinya lebih akurat," kata Mio sambil melongok komponen di samping sokbraker belakang ini.
Itu loh, fitur yang memungkinkan mesin mati sendiri dalam kondisi stasioner, mirip yang sudah dipakai Honda PCX 125. Sayang fitur ini nihil pada Honda Vario Techno 125 PGM-FI. Tapi setidaknya, suara "gretak" pada starter Vario lama hilang sudah.
Mio member senior dari HVC buka suara, "Tarikan sudah oke, terus starter adopsi teknologi Honda PCX jadi udah ngga bletak-bletok saat di nyalakan," akunya. "Fast respon di putaran bawah. Sayang belum bisa tes langsung diatas 100 km/jam," terang Iskandar seorang anggota HVC yang akrab disapa Ayoy.
Mesin Honda Vario Techno 125 ini mengusung teknologi eSP (Enhanced Smart Power) ada beberapa hal baru yang sudah dipaparkan pada link berikut ini. Mesin ini menyemburkan tenaga sebesar 11,3 PS pada 8.500 rpm dan torsi 1,1 kgf.m di 5.000 rpm.
Walaupun dimensi agak besar, Honda Vario Techno 125 PGM-FI tetap mudah diajak bermanuver. Karakter Vario Techno 110 masih tetap melekat. Suspensinya juga empuk, bahkan ketika tidak sengaja terjerembab ke dalam lubang, handling tetap terkendali. "Tapi sayangnya joknya tetap keras, pantat cepat panas," bisik Pinz seorang member forum otomotifnet.com.
Sedang untuk konsumsi bahan bakarnya diperoleh hasil 52 km/liter. Angka ini diperoleh dengan cara berkendara normal di kecepatan yang dibatasi tidak lebih dari 80 km/jam. Jalur yang dilewati beragam mulai dari jalanan lengang hingga kemacetan.
Fungsi Resonator Pada Filter Udara Honda Supra X 125 Helm In
Yang tadinya berada di atas blok silinder, sekarang dipindah ke atas, di dekat komstir. Tapi secara ukuran jadi lebih besar. Udara yang masuk bisa lebih banyak.
"Efisiensi volumetric-nya lebih bagus, wajar kalau performanya jadi lebih baik," buka Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT Astra Honda Motor (AHM).
Tapi karena pasokan udaranya jadi lebih besar, efek buruknya adalah suara udara yang masuk jadi lebih berisik. Mirip karburator yang dilepas filter udaranya.
"Untuk menghilangkan suara ngorok itu makanya ditambahkan tabung resonator di sisi samping filter udara," jelas pria yang berkantor di Sunter ini.
"Fungsinya sama seperti resonator yang ada di Honda Mega Pro, yaitu memecah udara yang masuk agar suaranya lebih halus. Tapi secara performa tidak berpengaruh," ungkap Endro.
Hasilnya Honda Supra X 125 Helm In ini tetap punya tenaga yang lebih besar bila dibandingkan dengan varian Supra X 125 sebelumnya. Yaitu 9,6 PS di 7.500 rpm, sedang Supra X 125 versi lama hanya 9,3 PS di putaran mesin yang sama.
Honda Jepang Bakal Produksi New CBR400R?

ITCOMU.blogspot.com. - Honda Jepang dikabarkan tengah mengembangkan New CBR400R untuk mengisi posisi antara CBR250R dan CBR600R.
Dikabarkan, CBR400R mengaplikasi mesin dua silinder dengan luaran tenaga sekitar 50bhp. Dengan kata lain, tenaga CBR400R akan berada di atas CBR250R dan di bawah CBR600R.
Memang sejauh ini belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Honda Jepang. Namun dari gambar-gambar yang beredar di majalah otomotif Jepang, terlihat CBR400R lebih sporty dengan posisi stang yang lebih rendah. Sehingga gaya berkendara terlihat lebih menunduk.
Rencana kehadiran New CBR400R seperti generasi lawas Honda VFR400R, boleh jadi menunjukkan bahwa masih banyak rider yang menginginkan motor kelas medium dengan cc dan tenaga yang tak terlalu besar. Atau keinginan memiliki motor sport tanpa harus membayar asuransi yang lebih tinggi.
Dengan desain yang tak kalah seporty dari motor bermesin 600 cc, CBR400R dengan mesin 2 silinder juga dapat dimiliki dengan harga yang lebih terjangkau.
Di pasar motor Jepang saat ini segmen 400 cc ada Kawasaki Ninja 400R dan ER4N. Namun desainnya lebih mengarah kepada sport touring dengan posisi stang yang sedikit lebih tinggi dari tangki. Sementara CBR400R memiliki gaya berkendara yang kental dengan aura balap.
Tak Ada Glasswool, Pembalut Wanita Jadi

ITCOMU.blogspot.com. -Glasswool kerap dipakai buat meredam suara bising yang dihasilkan knalpot. Lewat part ini, suara yang dihasilkan menjadi tidak melengking hingga memekakkan telinga. Malah, merdu! Nah, selain glasswool, ternyata ada yang menggunakan pembalut wanita.
“Hal ini bisa juga dilakukan asalkan hanya dalam keadaan terdesak. Toh mencari pembalut juga lebih mudah. Kan, banyak tuh di warung pinggir jalan,” canda Firman Irianto pemilik HRD Racing, spesialis knalpot yang ngendon di Jl. H. Mencong No. 72, Ciledug, Tanggerang.
Pembalut yang biasanya dipakai oleh wanita ketika ‘datang bulan’ itu, bisa dipakai karena bahannya memang bisa dipakai buat menangkap suara di dalam silencer. Tapi, tentunya tak sebaik glasswool yang memang diperuntukan khusus saluran buang engine.
Selain itu, ada sedikit kekurangan yang diberikan pembalut ketimbang glasswool. Yaitu, soal harga. Karena tak cukup satu atau dua pembalut yang dipakai, maka ketika beli harus yang minimal ada 10 pembalut di kemasan. Harga jual yang ditawarkan, bisa sekitar Rp 30 ribuan.
Sedang glasswool, harga yang dibanderol bisa beragam. Mulai dari Rp 25– 40 ribu. Tapi, kekuatan pakai glasswool cenderung lebih awet ketimbang pembalut yang sejatinya bukan diperuntukan khusus buat knalpot itu!
Misalnya jika glasswool bisa dipakai hingga 3–4 bulan, maka pembalut hanya dalam hitungan minggu. So, kalau terpaksa saja ya!
Novita Noerfitriana : Wanita tangguh pelahap trek motocross
ITCOMU.blogspot.com. -Terjun di lintasan yang berdebu hingga berkubang lumpur tidak menciutkan nyali dan hati dara asal Anjarsari, Bandung.
Saat ini sudah sangat jarang sekali ada wanita yang terjun ke dunia balap. Terlebih di ajang balap ekstrim yang memang sangat membutuhkan mental dan fisik yang kuat seperti halnya Grasstrack atau Motocross.
Anggapan itu langsung terpatahkan saat bertemu dengan sosok cewek cakep bernama lengkap Novita Noerfitriana Anjani Putri ini. “Pertama bisa naik motor sih sudah dari kelas 4 SD, kalo ga salah jenisnya mini trail yang kapasitas mesinnya 80c c,” buka dara manis asal Arjasari, Bandung, Jawa Barat ini.
Tempaan kedua ortu dan arahan dari kedua kakak laki-laki yang juga menggeluti hobi yang sama membuat dara yang lahir pada November 1994 silam ini kian menjadi. “Pertama ikutan balapan resmi waktu kelas 5 SD, waktu itu tahun 2005. Sempat merasa deg-degan dan khawatir namun karena sudah terbiasa latihan bareng kakak yang semuanya laki-laki jadinya enjoy juga meski harus jatuh bangun, soalnya waktu itu lintasan berlumpur,” beber dara asli Sunda ini.
Menginjak kelas 3 SMP, cewek yang di lintasan balap biasa disapa Fitria HBR ini semakin serius menggeluti olah raga balap yang kerap berdebu dan berlumpur ini. Rasa menyukai olah raga yang mayoritas dilakukan kaum pria kian menjadi manakala melihat sang kakak latihan.
“Lucu aja waktu liat kakak loncat sana loncat sini di tanjakan dan berm. Akhirnya jadi ketularan juga deh,” lanjut satu-satunya putri dari pasangan H Deden Diana dan Nina Kurniasih.
Keseriusan menapaki ajang balap Grasstrack atau Motocross dilalui dengan sering mengikuti berbagai ajang balapan di seputar Jawa Barat hingga ajang nasional.
Suka duka saat mengikuti balapan kerap menerpa gadis yang masih menimba ilmu di SMU N 1 Dayeuhkolot, Bandung. Terlebih kenangan yang tak akan terlupakan waktu ikutan balapan seri Kejurnas Grasstrack atau Motocross di Cikarang tahun 2010 kemarin. Satu-satunya crosser cewek yang kini masih duduk di kelas 3 SMU ini tetap nekat turun di kelas Executive.
“Ada crosser cowok yang bilang, udah mendingan jangan ikutan balapan soalnya lintasan berlumpur kamu pasti ga bakalan bisa. Begitu lepas start kita bertempur habis-habisan, eh ternyata aku bisa masuk podium meski juara ke 5. Crosser yang tadi ngeledekin malah ga masuk finish he he,” terang cewek ABG yang sehari-hari ngebejek motor Honda Beat atau Suzuki Satria FU 150 buat sarana transportasi ke sekolah.
Melihat kegigihan putra-putri tercinta, berbagai sarana dan prasaran diberikan sang ortu dengan harapan bisa menyalurkan hobi yang positif, bahkan bisa meraih prestasi terbaik.
“Memang kami sudah menyediakan sirkuit dekat rumah, namanya Sirkuit Adihtya HBR. Sirkuit itu selain sebagai tempat latihan putra-putri saya juga sering dijadikan latihan oleh crosser-crosser muda Jabar lainnya bahkan sering juga dipakai untuk balapan resmi mulai dari ajang lokal hingga kejurnas,” terang pria yang menamakan sirkuitnya untuk mengenang anak pertamanya, Adhitya HBR, yang meninggal saat mengikuti balapan kejurnas Motocross tahun 2008 silam.
Kematian sang kakak tercinta ternyata tidak mengecilkan hati dan nyali dara yang kini sudah lihai menekuk setang Honda CRF jebolan tahun 2008.
“Selain karena hobi, saya nekat jadi crosser guna meneruskan cita-cita almarhum kakak tercinta untuk bisa berprestasi dan bersaing dengan para crosser pria,” ujar dara yang punya jadwal latihan super ketat ini.
“Biasanya sih latihan fisik tiap pagi dan sore hari sementara untuk latihan balapnya tiap hari Rabu dan Sabtu di Karawang. Hari Minggu full latihan di sirkuit sendiri bareng kakak atau teman satu hobi lainnya,” lanjut dara yang memiliki segudang prestasi di ajang balap Grasstrack atau Motocross ini. Salute…!!!
Nih, data prestasi si eneng geulis :
Juara 5 kelas Khusus Wanita Kejurda Grasstrack tahun 2008
Juara 5 kelas Special Engine (SE) 125cc Eksekutif tahun 2009
Juara 3 kelas Khusus Wanita Kejurda Grasstrack tahun 2009
Juara 5 kelas Special Engine (SE) 85cc Kejurda Grasstrack tahun 2010
Juara 1 kelas Khusus Wanita Kejurnas Grasstrack tahun 2010
Juara 4 kelas Special Engine (SE) 85cc tahun 2011
Juara 3 kelas Special Engine (SE) 85cc tahun 2011
Juara 1 kelas Khusus Wanita Super Grasstrack tahun 2011
Jauar 1 kelas Khusus Wanita Kejurnas Grasstrack tahun 2011
Saat ini sudah sangat jarang sekali ada wanita yang terjun ke dunia balap. Terlebih di ajang balap ekstrim yang memang sangat membutuhkan mental dan fisik yang kuat seperti halnya Grasstrack atau Motocross.
Anggapan itu langsung terpatahkan saat bertemu dengan sosok cewek cakep bernama lengkap Novita Noerfitriana Anjani Putri ini. “Pertama bisa naik motor sih sudah dari kelas 4 SD, kalo ga salah jenisnya mini trail yang kapasitas mesinnya 80c c,” buka dara manis asal Arjasari, Bandung, Jawa Barat ini.
Tempaan kedua ortu dan arahan dari kedua kakak laki-laki yang juga menggeluti hobi yang sama membuat dara yang lahir pada November 1994 silam ini kian menjadi. “Pertama ikutan balapan resmi waktu kelas 5 SD, waktu itu tahun 2005. Sempat merasa deg-degan dan khawatir namun karena sudah terbiasa latihan bareng kakak yang semuanya laki-laki jadinya enjoy juga meski harus jatuh bangun, soalnya waktu itu lintasan berlumpur,” beber dara asli Sunda ini.
Menginjak kelas 3 SMP, cewek yang di lintasan balap biasa disapa Fitria HBR ini semakin serius menggeluti olah raga balap yang kerap berdebu dan berlumpur ini. Rasa menyukai olah raga yang mayoritas dilakukan kaum pria kian menjadi manakala melihat sang kakak latihan.
“Lucu aja waktu liat kakak loncat sana loncat sini di tanjakan dan berm. Akhirnya jadi ketularan juga deh,” lanjut satu-satunya putri dari pasangan H Deden Diana dan Nina Kurniasih.
Keseriusan menapaki ajang balap Grasstrack atau Motocross dilalui dengan sering mengikuti berbagai ajang balapan di seputar Jawa Barat hingga ajang nasional.
Suka duka saat mengikuti balapan kerap menerpa gadis yang masih menimba ilmu di SMU N 1 Dayeuhkolot, Bandung. Terlebih kenangan yang tak akan terlupakan waktu ikutan balapan seri Kejurnas Grasstrack atau Motocross di Cikarang tahun 2010 kemarin. Satu-satunya crosser cewek yang kini masih duduk di kelas 3 SMU ini tetap nekat turun di kelas Executive.
“Ada crosser cowok yang bilang, udah mendingan jangan ikutan balapan soalnya lintasan berlumpur kamu pasti ga bakalan bisa. Begitu lepas start kita bertempur habis-habisan, eh ternyata aku bisa masuk podium meski juara ke 5. Crosser yang tadi ngeledekin malah ga masuk finish he he,” terang cewek ABG yang sehari-hari ngebejek motor Honda Beat atau Suzuki Satria FU 150 buat sarana transportasi ke sekolah.
Melihat kegigihan putra-putri tercinta, berbagai sarana dan prasaran diberikan sang ortu dengan harapan bisa menyalurkan hobi yang positif, bahkan bisa meraih prestasi terbaik.
“Memang kami sudah menyediakan sirkuit dekat rumah, namanya Sirkuit Adihtya HBR. Sirkuit itu selain sebagai tempat latihan putra-putri saya juga sering dijadikan latihan oleh crosser-crosser muda Jabar lainnya bahkan sering juga dipakai untuk balapan resmi mulai dari ajang lokal hingga kejurnas,” terang pria yang menamakan sirkuitnya untuk mengenang anak pertamanya, Adhitya HBR, yang meninggal saat mengikuti balapan kejurnas Motocross tahun 2008 silam.
Kematian sang kakak tercinta ternyata tidak mengecilkan hati dan nyali dara yang kini sudah lihai menekuk setang Honda CRF jebolan tahun 2008.
“Selain karena hobi, saya nekat jadi crosser guna meneruskan cita-cita almarhum kakak tercinta untuk bisa berprestasi dan bersaing dengan para crosser pria,” ujar dara yang punya jadwal latihan super ketat ini.
“Biasanya sih latihan fisik tiap pagi dan sore hari sementara untuk latihan balapnya tiap hari Rabu dan Sabtu di Karawang. Hari Minggu full latihan di sirkuit sendiri bareng kakak atau teman satu hobi lainnya,” lanjut dara yang memiliki segudang prestasi di ajang balap Grasstrack atau Motocross ini. Salute…!!!
Nih, data prestasi si eneng geulis :
Juara 5 kelas Khusus Wanita Kejurda Grasstrack tahun 2008
Juara 5 kelas Special Engine (SE) 125cc Eksekutif tahun 2009
Juara 3 kelas Khusus Wanita Kejurda Grasstrack tahun 2009
Juara 5 kelas Special Engine (SE) 85cc Kejurda Grasstrack tahun 2010
Juara 1 kelas Khusus Wanita Kejurnas Grasstrack tahun 2010
Juara 4 kelas Special Engine (SE) 85cc tahun 2011
Juara 3 kelas Special Engine (SE) 85cc tahun 2011
Juara 1 kelas Khusus Wanita Super Grasstrack tahun 2011
Jauar 1 kelas Khusus Wanita Kejurnas Grasstrack tahun 2011
CAPASITOR BANK
ITCOMU.blogspot.com. - CAPASITOR BANK ato biasa di sebut CAPBANK adalah kumpulan komponen capasitor sebagai penyimpan arus sementara.Di dunia otomotif capasitor bank ini sangat di kenal di kalangan audio karena ketangguhanya dalam mendongkrak dentuman bass/nada rendah.Tapi di dunia motor banyak yang memakai untuk mencegah aki tekor.Fungsi sebenarnya bukan mencegah aki tekor sih,yang betul untuk meratakan arus DC yang keluar dari kiprok,karena tegangan dc yang keluar dari kiprok belum murni alias masih mengandung ripple.
Maka jika kita memasang capasitor bank di motor lampu2 seperti rem,sein,spido akan menjadi lebih stabil meskipun aki soak.Tapi Fungsi sebenarnya di motor adalah untuk mendongkrak beban yang nyedot arus besar dalam sesaat saja seperti elektrik starter,klakson gede.Itupun tergantung dari nilai capasitor itu sendiri.
Cara mudah dan murah membuat capasitor bank sendiri yaitu beli capasitor ato nama umumnya ELCO 10.000uF/25V 10pcs, PCB bolong, kabel minim awg18 2 warna(merah dan hitam)50cm dan skun di toko elektronik.Pararel semua ELCO,positif ketemu positif,negatif ketemu negatif di papan pcb.solder yang rapi dan kasih kabel di masing2 kutubnya.Perkiraan harga sekitar 125rb Anda memiliki CAPBANK senilai 100.000uF.Jauh lebih hemat di banding membeli di pasaran dengan harga 150rb paling2 isinya hanya kisaran 10-30K uF saja.
SELAMAT MENCOBA !!!!
Maka jika kita memasang capasitor bank di motor lampu2 seperti rem,sein,spido akan menjadi lebih stabil meskipun aki soak.Tapi Fungsi sebenarnya di motor adalah untuk mendongkrak beban yang nyedot arus besar dalam sesaat saja seperti elektrik starter,klakson gede.Itupun tergantung dari nilai capasitor itu sendiri.
Cara mudah dan murah membuat capasitor bank sendiri yaitu beli capasitor ato nama umumnya ELCO 10.000uF/25V 10pcs, PCB bolong, kabel minim awg18 2 warna(merah dan hitam)50cm dan skun di toko elektronik.Pararel semua ELCO,positif ketemu positif,negatif ketemu negatif di papan pcb.solder yang rapi dan kasih kabel di masing2 kutubnya.Perkiraan harga sekitar 125rb Anda memiliki CAPBANK senilai 100.000uF.Jauh lebih hemat di banding membeli di pasaran dengan harga 150rb paling2 isinya hanya kisaran 10-30K uF saja.
SELAMAT MENCOBA !!!!
Penampakan Ducati Streetfighter 848 Terbaru
ITCOMU.blogspot.com. - Beberapa waktu yang lalu, lewat akun twetter-nya, pembalap MotoGP Nicky Hayden sempat iseng membocorkan keberadaan Ducati Streetfighter 848 dalam sebuah foto. Nah, kini akhirnya Ducati merilis penampakan Ducati Streetfighter 848 secara utuh.
Motor ini mengkombinasikan mesin 848 Testastretta 11° dengan geometri rangka baru. Yang pasti mampu meningkatkan kelincahan sekaligus menawarkan kemudahan handling karena adanya revisi pada ergonomi dan sudah dilengkapi dengan Ducati Traction Control.
Secara desain, motor yang pernah menyabet penghargaan "Most Beautiful Bike" di Milan Show 2008 silam ini tampil ngejreng sekaligus gahar dengan perpaduan warna kuning dan hitam.
Selain pilihan warna itu, Ducati juga akan tetap melengkapinya dengan varian berkelir merah khas Ducati dan hitam yang akan mengingatkan kita pada kesan agresif sang streetfighter.
Varian tahun 2012 ini rencananya baru akan mulai dijual secara resmi pada bulan November mendatang. Sayangnya belum ada kepastian harga jualnya, jadi sabar saja!
Motor ini mengkombinasikan mesin 848 Testastretta 11° dengan geometri rangka baru. Yang pasti mampu meningkatkan kelincahan sekaligus menawarkan kemudahan handling karena adanya revisi pada ergonomi dan sudah dilengkapi dengan Ducati Traction Control.
Selain pilihan warna itu, Ducati juga akan tetap melengkapinya dengan varian berkelir merah khas Ducati dan hitam yang akan mengingatkan kita pada kesan agresif sang streetfighter.
Varian tahun 2012 ini rencananya baru akan mulai dijual secara resmi pada bulan November mendatang. Sayangnya belum ada kepastian harga jualnya, jadi sabar saja!
Hemat Rp 184 ribu,Subtitusi Kampas Kopling V-Ixion Pakai Scorpio
Kampas Scorpio sedikit lebih tebal |
Selisih harganya juga lumayan, bisa lebih dari setengahnya. Data dari web site Yamaha (www.yamaha-motor.co.id/spare-parts/) bisa dilihat. Kode part kampas V-ixion 3C1-E6321. Satu set kampas kopling V-ixion (5 lapis) dihargai total Rp 304 ribuan.
Sedang kampas kopling punya Yamaha Scorpio bisa dibeli kepingan alias ketengan. Satu kepingnya hanya Rp 24 ribuan. “Kodenya 5BP-E6321. Bila di pakai untuk V-ixion hanya butuh 5 keping, artinya hanya merogoh kocek sebanyak Rp 120 ribu,”rinci mekanik langsing ini.
Bisa langsung pasang |
"Jangan takut, enggak ada efek sampingnya kok, proses transfer gigi juga enggak ada perbedaan," mantap pria yang ngebengkel di Jl. Kembang Kerep No. 102, Kembangan, Jakarta Barat.
Sok buruan pasang....! (motorplus-online.com)
Hebat..Motor 49cc Tapi Top Speed 171 Km/Jam!
Kapasitas tepat hanya 49 cc dengan tenaga kuda 14 dk dalam 15.000 rpm ia mampu ngacir sampai 171 km/jam. Dengan spek begitu, ia jelas cocok jadi motor balap, walau tergolong berbobot ringan, 59 kg.
Fairing depan tentu bukan berbahan fiber seperti zaman sekarang. Maklum lansiran 1963, dia masih mamatok bahan aluminium tipis di fairing dan plastik sebagai bahan windshield-nya.
Perusahaan Kleidler cukup berani menoreh desain balapan ini. Pasalnya, Kredler Florett K53M 1959 yang juga berkapasitas sama, jauh dari bentuk balap. Seniornya ini berbentuk motor kalem dengan sasis monocoque underbone. Benar-benar jauh dengan Renn Florett yang terkesan garang di arena kebut. (motorplus-online.com)
Silinder Head 4 Klep Untuk Yamaha Mio, Cuma Rp 4 Jutaan
| |
Mereknya Kawahara, hanya dijual Rp 4,5 jutaan. "Itu masih bisa nego loh," ungkap Ergus Oei dari R-59 Racing yang menjajakan racing part ini. Bedanya, head silinder ini masih SOHC, tapi sudah 4 klep.
Konstruksi klepnya mirip Yamaha V-Ixion atau Jupiter MX. Satu camshaft atau noken as, tapi punya rocker arm yang bercabang. Tiap rocker arm bertugas membuka-tutup dua klep.
"Paketnya lengkap, head silinder dengan isi-isinya. Tinggal pasang," jelas mantan pembalap road race ini. "Tapi bagusnya untuk Mio yang sudah bore up. Kalau enggak bore up, kubah klepnya enggak cukup," jelasnya.
"Idealnya yang sudah 200cc," saran Ergus yang juga pemilik tim balap yang turun di Indoprix. Toh kalau enggak bore up jadi mubazir, suplai bahan bakar deras tapi ruang untuk melakukan pembakarannya tidak optimal.
Sayangnya perangkat silinder head ini belum dilengkapi dengan repair kit. Jadi kalau ada kerusakan noken as atau part lainnya bingung deh? "Saat ini belum ada, tapi akan menyusul dalam waktu dekat," yakin Ergus yang bengkelnya terletak di Jl. Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang. (motorplus-online.com)
Aki Basah vs Kering, Mahal Dikit Tapi Awet
Pilih kering karena minim perawatan dan umur yang panjang
Yuk, kita coba memperbandingkan keduanya dari berbagai hal. "Pastinya semua motor yang menggunakan aki basah bisa diganti pakai yang kering," kata Freddyanto Basuki, Manajer Promosi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang lama menjabat sebagai manager service.
"Tapi, harus diperhatikan bahwa voltase dan ampere yang ada harus sama antara yang basah dan yang kering tadi. Pastinya aki kering nyaris tanpa perawatan," lanjut pria bertubuh kurus ini. Nah, itu baru sedikit petunjuk.
Saat ditanyakan ke produsen aki, pendapat yang dilontarkan, juga nyaris sama. "Memang syarat pergantian aki kering ke basah itu voltase dan amperenya harus sama," tambah Hendarto selaku
Marketing Manager PT Yuasa Battery Indonesia (YBI).
Tapi, menurut beliau sebenarnya jika pergantian itu menggunakan aki yang amperenya lebih besar, sekitar 1 ampere masih bisa digunakan dan aman. "Yang tidak direkomendasikan itu kalau aki penggantinya mempunyai ampere yang lebih kecil," tegas Hendarto lagi.
Masih menurut Hendarto, hal itu sangat mungkin terjadi karena terkadang aki kering yang ada di pasaran tidak mempunyai spesifikasi sama persis dengan aki basah yang menjadi bawaan standar motor. Sehingga toleransi perbedaan sampai 1 ampere masih bisa dilakukan.
Oh ya, ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan jika ingin mengganti jenis aki tadi. Perhatikan ukuran bodi aki supaya pas dudukannya. Dengan begitu tidak perlu pusing mengatur penempatannya.
Spek aki harus sama jika ingin ganti basah ke kering
Lalainya dalam perawatan inilah yang sering membuat umur aki menjadi pendek. "Jika dirawat
dengan baik, aki basah itu umurnya bisa mencapai 2 tahun kok," beber pria yang berkantor di Jl. MH Thamrin, Tangerang ini
Harus rajin cek air aki jika masih pakai yang basah |
Perawatan lain yang harus dilakukan adalah memperhatikan kebersihan kutup positif dan negatif aki. Apabila dibiarkan kotor dan terjadi penumpukan semacam kerak di kedua bagian itu, juga akan memperlemah kemampuannya.
Tentu kedua hal yang sedikit merepotkan tadi tidak dialami oleh mereka yang menggunakan aki kering. Kembali terlihat kalau aki MF, nama lain aki kering ini memiliki keunggulan.
Sekarang bagaimana dengan harga? Fakta di lapangan memang membuktikan bahwa aki kering harganya lebih mahal dibandingkan yang basah. "Itu wajar karena teknologi dan material yang diterapkan di aki MF lebih tinggi sehingga butuh biaya yang lebih besar pula," beber Hendarto panjang lebar.
Sebagai perbandingkan Yuasa YT5 harganya sekitar Rp 109 ribu, tipe aki basah. Sedangkan YTZ5-S yang aki kering harganya sekitar Rp 150 ribu. Ada perbedaan harga sekitar 50%. Tentu bukan semata selisih harga yang terlalu jauh. Melihat sekian banyak keunggulan wajar jika lebih mahal dikit! (motorplus-online.com)
Pilihan Spuyer Aftermarket Honda CS1
Nah, fungsi keduanya mengatur pasokan bahan bakar dan udara ke ruang bakar. Karbu standar Honda CS1 tipe vakum, berdiameter venturi 28 mm dengan ukuran standar pilot jet 35 dan main jet 108.
“Karbu ini punya karakter smooth, tarikan agak kurang responsif. Karena berbeda dengan karbu konvensional (skep),” sahut Johny Holle dari Jhony Holle Motor (JHM) di Daan Mogot, Jakbar.
Dalam mengaplikasikan spuyer bisa pakai produk aftermarket atau dari tunggangan lain. Di pasaran terdapat merek Kitaco, Extreme, TDR, AHRS dan masih banyak lagi (gbr.2). Lalu, harganya masih terjangkau, mulai Rp 20–45 ribuan.
Sedangkan pemasangannya juga gak terlalu sulit, dengan cara membuka bodi, lalu kendurkan filter, tarik keluar karbu tersebut dan lepas peranti pendukung (spuyer) pada karbu tersebut.
Karena spuyer CS1 masih jarang yang jual, jadi masih bisa andalkan spuyer motor lain. “Bisa pakai aftermarket atau copotan punya Honda Karisma, Supra atau Yamaha Mio (gbr.3). Bentuk alur atau dratnya masih sama,” ujar pria kerap disapa Om Jhon ini.
Untuk tunggangan yang sudah ganti knalpot racing, bisa dilakukan dengan cara menyetel ulang setelan udara atau menaikkan pilot jet 2 step. Dan buat open filter, harus menaikkan satu step pada pilot jet menjadi 36 dari aslinya dan main jet standar.
Nah, jika kapasitas mesin Anda sudah dibore-up, kudu diganti pilot jet atau main jet tersebut. Karena itu, kompresi di ruang bakar membutuhkan pasokan bensin yang lebih banyak atau bisa juga mengaplikasi venturi karbu lebih besar.
“Kalo masih pengen pakai karbu standar, bisa dinaikkan sampai 5 step dan buat yang karbu besar tergantung permintaan mesin. Dan banyak pengguna yang pake merek TDR dan Kitaco (gbr.4), selain dari segi harga, kualitas juga bagus,” tutup Om Jhon, mantan mekanik Honda itu. (motorplus.otomotifnet.com)
| Table Harga : | ||
| Merek | Pilot Jet | Main Jet |
| TDR | Rp 23.100 | Rp 27.700 |
| Kitaco | Rp 21.200 | Rp 20.000 |
| AHRS | Rp 19.600 | Rp 17.300 |
| Extreme | Rp 45.000 | |
| Daytona | Rp 45.000 | |
| Jhony Holle Motor : 0812-9599656 | ||
Ragam Paket Bore-Up Honda CS-1
Jakarta - Meski populasi Honda CS1 tak sebanyak bebek Honda yang lain, banyak juga kawula muda yang menungganginya. Bahkan enggak sedikit yang membore-up kapasitas mesinnya demi kebutuhan tertentu agar larinya makin ngacir.
“Biasanya cuma order korek harian, tapi ada juga yang minta dibore-up. Intinya dibikin lebih responsif dan enteng. Jarang yang dikorek sampai ekstrem,” urai Nazar, bos Nazar Motor (NM) di Jl. Kebagusan Raya II No.22 Jaksel. (motorplus.otomotifnet.com)
Piston Set
Demi dongkrak kapasitas, tentu harus aplikasi piston lebih gede. “Para tuner biasa aplikasi seher standarnya (58 mm) oversize (OS) 200 dengan total 60 mm atau comot seher saudaranya, Honda Tiger dengan diameter 63,5 mm versi aftermarket, sekalian booring baru,” aku Nazar.
Tujuannya agar suplai bensin ke ruang bakar lebih banyak, sehingga pembakaran akan meningkat. “Untuk harian atau turing luar kota, mengandalkan diameter piston 60 mm atau 63,5 mm kapasitas ruang bakarnya jadi 133,4 cc dan 149,4 cc. Ubahan ini sudah pas dan cukup,” kekeh mekanik pengalaman lebih dari 10 tahun ini.
Noken As
Ubahan selanjutnya pada noken as. Buat membantu mempercepat proses buka tutup klep, tuner biasa aplikasi noken as racing maupun noken as standar yang sudah di-custom.
“Noken as racing atau custom, rata-rata tonjolannya lebih tinggi dibanding aslinya, sehingga mampu membantu buka tutup klep lebih maksimal. Hal ini untuk mengatasi putaran bawah biar lebih cepat,” ujar Mujad, bos Racing Mujad Continue (RMC) di Jl. Pala Kali Raya, Kukusan, Depok, Jabar.
Spuyer
Pilot jet dan main jet standar dilengserkan dan diganti spuyer dengan ukuran lebih besar. “Solusi ini jadi alternatif pilihan, karena para riders biasanya masih mengandalkan karburator standarnya,” imbuh Mujad.
Per Kopling
Untuk peroleh entakan awal lebih responsif, tuner biasa mengandalkan per kopling racing. “Spesifikasi lebih keras dan panjang dibanding per kopling standar, sehingga mampu memberikan tendangan balik dan transfer tenaga pada peranti kopling lebih cepat. Ujungnya, akselerasi juga lebih optimal,” beber Trisno, penggawang bengkel Ario Motor (BAM) di Srengseng, Kebon Jeruk, Jakbar.
Knalpot
Bila belum puas dengan ubahan dan pengaplikasian part di atas, untuk peroleh performa lebih optimal dan sesuai ubahan mesin, bisa aplikasi knalpot model freeflow.
“Baik versi aftermarket maupun standar bobok, hasilnya tidak jauh beda. Yang jelas bikin peredaran gas buang lebih lancar dan plong. Sehingga tenaga pasti terdongkrak,” yakin Muh. Supriyadi, kepala mekanik Ultraspeed Racing di Jl. H. Mencong No.42, Ciledug, Tangerang.
Bagi motormania pembesut Honda CS-1 yang berencana bore-up tunggangannya, baik untuk harian maupun turing, sebagai bahan referensi bisa hubungi atau sambangi bengkel di bawah ini.
Daftar Paket Bore Up
Nazar Motor (021-96790080)
Bore-up 149,4 cc = Rp 1,7 juta
Isi Paket : Piston Tiger 63,5 mm NPP, booring, noken as custom, ganti spuyer, knalpot bobok, porting polish, klep gede, per kopling racing. Pengerjaan 3 hari.
Bengkel Ario Motor (0812-80616444)
Bore-up 149,4 cc = Rp 800 ribu
Isi paket : Piston Tiger 63,5 mm, booring, spuyer, per kopling, majuin timing pengapian, paking. Pengerjaan 2 hari.
Racing Mujad Continue (021-95537919)
Bore-up 133,4 cc = Rp 1,8 juta
Isi paket : Piston NPR 60 mm, booring, noken as racing, knalpot aftermarket, spuyer,per kopling. Pengerjaan 4 hari.
Ultraspeed Racing (021-7313886)
Bore-up 142,4 cc = Rp 1,5 juta
Isi paket : Piston NPR 62 mm, booring, porting polish, noken as custom, knalpot SKR, spuyer,per kopling. Pengerjaan 2 hari.
Catatan : CS-1; Diameter x langkah piston = 58 mm x 47,2 = 124,7 cc
“Biasanya cuma order korek harian, tapi ada juga yang minta dibore-up. Intinya dibikin lebih responsif dan enteng. Jarang yang dikorek sampai ekstrem,” urai Nazar, bos Nazar Motor (NM) di Jl. Kebagusan Raya II No.22 Jaksel. (motorplus.otomotifnet.com)
Demi dongkrak kapasitas, tentu harus aplikasi piston lebih gede. “Para tuner biasa aplikasi seher standarnya (58 mm) oversize (OS) 200 dengan total 60 mm atau comot seher saudaranya, Honda Tiger dengan diameter 63,5 mm versi aftermarket, sekalian booring baru,” aku Nazar.
Tujuannya agar suplai bensin ke ruang bakar lebih banyak, sehingga pembakaran akan meningkat. “Untuk harian atau turing luar kota, mengandalkan diameter piston 60 mm atau 63,5 mm kapasitas ruang bakarnya jadi 133,4 cc dan 149,4 cc. Ubahan ini sudah pas dan cukup,” kekeh mekanik pengalaman lebih dari 10 tahun ini.
Ubahan selanjutnya pada noken as. Buat membantu mempercepat proses buka tutup klep, tuner biasa aplikasi noken as racing maupun noken as standar yang sudah di-custom.
“Noken as racing atau custom, rata-rata tonjolannya lebih tinggi dibanding aslinya, sehingga mampu membantu buka tutup klep lebih maksimal. Hal ini untuk mengatasi putaran bawah biar lebih cepat,” ujar Mujad, bos Racing Mujad Continue (RMC) di Jl. Pala Kali Raya, Kukusan, Depok, Jabar.
Pilot jet dan main jet standar dilengserkan dan diganti spuyer dengan ukuran lebih besar. “Solusi ini jadi alternatif pilihan, karena para riders biasanya masih mengandalkan karburator standarnya,” imbuh Mujad.
Per Kopling
Untuk peroleh entakan awal lebih responsif, tuner biasa mengandalkan per kopling racing. “Spesifikasi lebih keras dan panjang dibanding per kopling standar, sehingga mampu memberikan tendangan balik dan transfer tenaga pada peranti kopling lebih cepat. Ujungnya, akselerasi juga lebih optimal,” beber Trisno, penggawang bengkel Ario Motor (BAM) di Srengseng, Kebon Jeruk, Jakbar.
Bila belum puas dengan ubahan dan pengaplikasian part di atas, untuk peroleh performa lebih optimal dan sesuai ubahan mesin, bisa aplikasi knalpot model freeflow.
“Baik versi aftermarket maupun standar bobok, hasilnya tidak jauh beda. Yang jelas bikin peredaran gas buang lebih lancar dan plong. Sehingga tenaga pasti terdongkrak,” yakin Muh. Supriyadi, kepala mekanik Ultraspeed Racing di Jl. H. Mencong No.42, Ciledug, Tangerang.
Bagi motormania pembesut Honda CS-1 yang berencana bore-up tunggangannya, baik untuk harian maupun turing, sebagai bahan referensi bisa hubungi atau sambangi bengkel di bawah ini.
Daftar Paket Bore Up
Nazar Motor (021-96790080)
Bore-up 149,4 cc = Rp 1,7 juta
Isi Paket : Piston Tiger 63,5 mm NPP, booring, noken as custom, ganti spuyer, knalpot bobok, porting polish, klep gede, per kopling racing. Pengerjaan 3 hari.
Bengkel Ario Motor (0812-80616444)
Bore-up 149,4 cc = Rp 800 ribu
Isi paket : Piston Tiger 63,5 mm, booring, spuyer, per kopling, majuin timing pengapian, paking. Pengerjaan 2 hari.
Racing Mujad Continue (021-95537919)
Bore-up 133,4 cc = Rp 1,8 juta
Isi paket : Piston NPR 60 mm, booring, noken as racing, knalpot aftermarket, spuyer,per kopling. Pengerjaan 4 hari.
Ultraspeed Racing (021-7313886)
Bore-up 142,4 cc = Rp 1,5 juta
Isi paket : Piston NPR 62 mm, booring, porting polish, noken as custom, knalpot SKR, spuyer,per kopling. Pengerjaan 2 hari.
Catatan : CS-1; Diameter x langkah piston = 58 mm x 47,2 = 124,7 cc
Mix & Match Part Performa Honda CS1
CDI racing buat ngejar putaran tinggi |
Cara paling simpel yakni dengan mengaplikasi peranti pendongkrak tenaga plug and play (PnP). Misalnya pada sistem pengapian, CDI diganti pakai yang kurvanya lebih advance dan berlimiter tinggi atau tanpa limiter.
Bila perlu didukung dengan koil high performance untuk mendapatkan kualitas pengapian yang lebih oke.
Selanjutnya saluran gas buang diganti dengan yang lebih plong alias freeflow. Nah, biasanya pemakaian knalpot freeflow kalau ingin hasilnya lebih maksimal, spuyer dinaikkan sekitar satu step.
“Minimal pilot jet naik 1 dari 35 (standar CS1) jadi 38,” bilang Tri, mekanik Ultraspeed di Jl. Cipto Mangunkusumo (Jl. H. Mencong), Ciledug, Tangerang, Banten.
Koil Protec terbaru siap dirilis dalam waktu dekat |
Yuk kita coba ngeset beberapa part PnP yang ada di pasaran untuk crossover andalan pabrikan berlambang sayap mengepak ini. Lalu kita ukur hasil peningkatan tenaga maupun torsinya lewat mesin dyno milik Ultraspeed (DynoMite buatan Amerika).
Oh iya, untuk bahan praktiknya, kami gunakan CS1 standar pabrik jebolan 2008 yang jarak tempuhnya sudah mencapai 13.700 km. Sebelumnya kondisi standar diukur terlebih dulu.
Hasilnya, dicapai peak power sebesar 11,29 dk/9.300 rpm. Sedang torsi puncaknya tembus 9,2 Nm/ 8.000 rpm.
Kemudian knalpot kami ganti tipe free flow. Produk yang dipilih yakni CLD seharga Rp 1,045 juta yang dari hasil pengetesan secara terpisah dengan beberapa produk lainnya, mampu menciptakan performa terbaik. Sebelumnya pilot jet dinaikkan 1 step pakai X-Treem seharga Rp 20 ribu.
Setelah itu otak pengapian kami ganti pakai buatan aftermarket jenis single map berlabel BRT (tipe Neo Hyperband) yang di pasaran dilego sekitar Rp 610 ribu. Sementara koilnya pakai produk Protect terbaru.
“Harganya masih kami pelajari. Mungkin enggak jauh beda dengan harga koil YZ125. Karena performanya mirip-mirip,” bilang Andy Soetomo, punggawa Ultraspeed yang bertindak sebagai distributor Protect.
Namun sebelum motor mulai didyno, setelan pilot air screw kami atur di 1 ½ putaran membuka. Hasilnya, setelah 2 kali run di atas mesin dyno, didapat tenaga maksimum mencapai 12,45 dk/11.027 rpm. Artinya terjadi kenaikan sebesar 1,16 dk.
Sebenarnya kata Tri, hasilnya bisa lebih tinggi lagi. “Karena setelah businya dicek, pembakarannya terlihat basah. Rupanya akibat pecikan api busi memijar. Sepertinya performa busi sudah mulai menurun,” analisa Tri. (motorplus.otomotifnet.com)
Pasang Karburator PE28 di Honda CS1, Biar Makin Responsif!
“Performa standarnya lumayan mantap dibanding motor sekelas. Malah kalau tenaga dapur pacunya ingin ditingkatkan lagi, mudah saja,” bilang Tri, mekanik Ultraspeed di kawasan Jl. Cipto Mangunkusumo (Jl. H. Mencong), Ciledug, Tangerang, Banten. Antara lain mengganti saluran gas buang dengan jenis freeflow, lalu dikombinasi dengan menukar karburator pakai tipe skep langsung.
Soalnya pengabut bahan bakar bawaan CS1 mengusung jenis vakum. Karburator jenis ini bukaan throttle berdasarkan tingkat kevakuman di ruang bakar.
Sehingga dari segi respon buka-bukaan tenaganya dianggap kurang begitu cepat. Berbeda dengan tipe skep langsung (velocity monoblock/VM) yang bukaan throttle-nya langsung ditarik kabel gas.
Tapi tentu semua itu tergantung settingan karburatornya juga. Bila tepat, dijamin akselerasi motor bakal lebih responsif.
Oh iya, dengan dua kombinasi ini (knalpot dan karbu PE28) saja, sudah cukup membuat lari CS1 ente makin ngacir. Apalagi bila ditambah dengan CDI yang kurva pengapiannya lebih advance plus tanpa limiter atau limiter-nya lebih tinggi dari standar.
Pemasangantak perlu merubah intake |
“Karbu ini spuyernya mudah dicari. Nyetting-nya juga enggak susah,” bilang Suar, mekanik Bintang Racing Team (BRT) di Cibinong, Jabar.
Cara mengaplikasikannya ke CS1 pun terbilang mudah. “Bisa plug and play. Karena diameter luar venturi yang ke intake manifold tak jauh beda dengan karbu bawaan CS1,” terang Suar yang mengaku sudah beberapa kali menerapkan karbu tersebut ke CS1.
Ujung kabel dikecilin biar bisa masuk ke skep PE28 |
“Tidak masalah kok. Boot-nya masih bisa ditarik atau disambung dengan potongan boot lain,” timpal Tri.
Paling hanya perlu menyesuaikan kabel gas yang nanti akan dipasang di skep PE28. “Itu juga gak susah. Caranya, ujung kabel gas standar cukup dikecilin secukupnya pakai kikir. Atau bisa juga dipotong dulu, lalu dibentuk ulang pakai timah,” tambah Tri.
Sementara untuk settingan spuyernya, baik Tri maupun Suar sepakat menggunakan kombinasi 40/112 (pilot jet/main jet) buat mesin standar.
“Tergantung kondisi mesinnya juga serta ubahan yang dilakukan. Terutama pemakaian knalpot freeflow. Biasanya untuk pilot jet range-nya 40 – 42. Sementara main jet antara 110 – 115,” beber keduanya. (motorplus.otomotifnet.com)
Paket Korek Harian Enak Honda CS1, Mulai Rp 1-3 Jutaan
Knalpot standar cukup dibobok dan setting ulang sekatnya |
Untuk memungkinkan hal itu, perlu adanya penambahan part tertentu sebagai pendukung agar tenaga mesin tak terbuang percuma. Nah, kalau Anda penasaran, kami membeberkan hasil pencarian dari beberapa bengkel yang biasa kasih pakohnak alias paket korek harian enak buat mesin si CS1 ini.
Menurut Hendry pemilik bengkel Triwarna Speed (TS), pakhonak bisa jadi solusi nyembuhin penyakit Honda CS1 di putaran bawah yang kurang greng. “Karbu standar kadang suka lemot merespon putaran grip gas, makanya mesti diganti tipe racing berikut CDI non-limit dan knalpot aftermarket,” katanya.
Untuk otak pengapian, TS lebih pilih CDI BRT tipe dualband, yang punya kelebihan putaran mesin bisa tembus di atas 13 ribu rpm dalam keadaan gigi netral. Proses porting polish tetap ada dan ditambahkan karbu PE 28 dan bobok knalpot.
“Hasilnya, ruang bakar jadi lebih padat. Setelah selesai, pemilik besutan mesti mencoba dan mengoreksi bagian kekurangannya agar sesuai kapasitas yang ada,” ungkap pria yang buka bengkel di kawasan Kelapa Dua, Depok.
Lainnya, ada juga bengkel di Jl. Lapangan Bola No.35, Kebon Jeruk, Jakbar ini, punya kategori pilihan yang biasa diminta para speedgoers. Syaratnya, pakhonak yang tersedia kudu mengganti di beberapa titik jika mau oke besutan Anda.
Pilihan koil juga bisa jadi alternatif lain (kiri). Karbu Honda NSR SP karbu sejuta umat (kanan).
Beda cerita Fiki Farhan pemilik bengkel Fiki Motor (FM) yang sudah biasa menangani korekan buat Honda CS1. “Kalo buat harian jangan terlalu ekstrem beda dengan balap resmi, cukup perbaiki performa ditarikan awal saja, yang penting gak malu-maluin diajak ngacir,” kata pria yang buka bengkel di daerah Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.
Nah, untuk mewujudkan hal itu, menurutnya ada beberapa komponen yang harus diubah. Misal mengganti jeroan karbu standar (pilot jet/main jet) dan otak pengapian pakai CDI BRT dualband atau Rextor. Apa knalpot juga diganti tipe racing Bos?
“Gak usah, knalpot cukup dibobok, bagian dalam silencer kita atur ulang posisinya agar tak terlalu banyak sekat atau saringan, sehingga gas buang lebih plong dan kita seting ulang spuyernya sampai maksimal, dari situ bisa diketahui sebatas mana CS1 ini untuk korek harian,” yakinnya.
Gak perlu heboh, kan? (motorplus.otomotifnet.com)
| Daftar Paket |
| PSC (021-9381-2006) |
| Porting polish + jasa: Rp 350.000 |
| Klep in: Rp 200.000 |
| Setting CDI: Rp 100.000 |
| Setting noken as: Rp 250.000 |
| Karbu Honda NSR SP 28 mm: Rp 500.000 |
| Koil YZF 125: Rp 1.200.000 |
| Busi Iridium: Rp 100.000 |
| Knalpot bobok: Rp 350.000 |
| Total: Rp 3.050.000 |
| TS (0816-585-1546) |
| Porting Polish + jasa: Rp 350.000 |
| Karbu Honda NSR SP 28 mm: Rp 500.000 |
| CDI BRT Non-programmable dual band: Rp 500.000 |
| Open filter racing: Rp 250.000 |
| Busi Iridium: Rp 100.000 |
| Knalpot bobok: Rp 350.000 |
| Total: Rp 2.050.000 |
| FM (021-9223-4086) |
| Porting Polish + jasa: Rp 300.000 |
| Koil aftermarket: Rp 150.000 |
| CDI BRT Non-programmable dualband: Rp 500.000 |
| Busi Denso: Rp 25.000 |
| Setting karbu: Rp 50.000 |
| Knalpot bobok: Rp 250.000 |
| Total: Rp 1.275.000 |
Pilihan Per Kopling Aftermarket Honda CS1
Jakarta - Buat mendukung tarikan lebih yahud, enggak sedikit pemilik Honda CS1 yang mengganti per kopling (PK) bawaan dengan produk aftermaarket berspesifikasi racing (umumnya, bahan lebih kuat, keras. Jadi diklaim lebih bagus) atau adopsi milik motor lain yang lebih oke (gbr.1).
Oh ya, fungsi PK adalah, komponen yang memberikan tekanan pada kampas kopling agar peranti itu menempel dengan kuat pada pelat kopling, sehingga perpindahan transmisi dapat dilakukan dengan baik dan meminimalkan tenaga yang hilang.
“Kuat atau lemahnya per kopling mendorong kampas pada pelat kopling (saat gaya sentrifugal) akan mempengaruhi proses perpindahan tenaga putaran mesin ke gir dan roda belakang,” urai Kahfi dari K-22 Garage di daerah Fatmawati, Jaksel.
Bicara merek, di pasaran tersedia PK racing dari ‘label papan atas’ kayak CLD, TDR, Daytona, R9, BRT dan Kawahara. Kalo harga bervariasi, mulai Rp 50-130 ribuan. Emang sih, PK racing untuk Honda CS1 tidak sebanyak besutan lain.
Tapi enggak usah resah. “Meski per kopling aftermarket CS1 masih jarang, tapi bisa pake punya Honda tiger, kok! Karena diameter dan tingginya hampir sama,” ujar Ahyar, pegawai dari Surganya Bikers, di kawasan Depok, Jabar.
Untuk mengaplikasi PK tersebut sah-sah saja buat tunggangan yang masih standar. Selain itu juga membuat kampas kopling jadi lebih awet dan akselerasi lebih cepat. Apalagi, tunggangan yang dibore-up, butuh dorongan yang maksimal.
Untuk PK aftermarket, rata-rata mempunyai batas kekenyalan lebih keras dibanding standarnya. Dengan itu, bukan berarti yang keras itu bagus, lo!
“Usahakan jangan terlalu keras, bisa merusak rumah (baut) PK karena menahannya, saat tuas kopling ditarik (kopling manual). Baiknya, cari panjangnya lebih 2 ulir dari standarnya dan diameter yang sama,” lanjut Kahfi, sambil bilang panjang PK aslinya mencapai 4 cm dengan sigmat (gbr.2).
Kekenyalan PK bisa dilihat dari tinggi pegas dan diameter ulir per (gbr.3). Semakin tinggi dan besar, biasanya akan kian keras pula per tersebut. Untuk itu per kopling banyak ragam ukurannya, mulai motor standar sampai full kompetisi.
Selain itu, material bahan juga ikut menentukan harga. Maksudnya, selain harus kuat menekan pelat kopling, pegas dituntut harus cepat kembali ke posisi awal setelah ditekan penuh. Nah, itu hanya bisa didapat dari material yang berkualitas bagus.
Seperti PK BRT (gbr.4) seharga Rp 99 ribu, yang dibuat dari kawat baja murni yang diproses dengan sistem Hot Wire System. Karena proses tersebut, per kopling BRT lebih awet dan dijamin tingkat penurunan sangat kecil.
Oh ya, fungsi PK adalah, komponen yang memberikan tekanan pada kampas kopling agar peranti itu menempel dengan kuat pada pelat kopling, sehingga perpindahan transmisi dapat dilakukan dengan baik dan meminimalkan tenaga yang hilang.
Bicara merek, di pasaran tersedia PK racing dari ‘label papan atas’ kayak CLD, TDR, Daytona, R9, BRT dan Kawahara. Kalo harga bervariasi, mulai Rp 50-130 ribuan. Emang sih, PK racing untuk Honda CS1 tidak sebanyak besutan lain.
Tapi enggak usah resah. “Meski per kopling aftermarket CS1 masih jarang, tapi bisa pake punya Honda tiger, kok! Karena diameter dan tingginya hampir sama,” ujar Ahyar, pegawai dari Surganya Bikers, di kawasan Depok, Jabar.
Untuk mengaplikasi PK tersebut sah-sah saja buat tunggangan yang masih standar. Selain itu juga membuat kampas kopling jadi lebih awet dan akselerasi lebih cepat. Apalagi, tunggangan yang dibore-up, butuh dorongan yang maksimal.
Untuk PK aftermarket, rata-rata mempunyai batas kekenyalan lebih keras dibanding standarnya. Dengan itu, bukan berarti yang keras itu bagus, lo!
“Usahakan jangan terlalu keras, bisa merusak rumah (baut) PK karena menahannya, saat tuas kopling ditarik (kopling manual). Baiknya, cari panjangnya lebih 2 ulir dari standarnya dan diameter yang sama,” lanjut Kahfi, sambil bilang panjang PK aslinya mencapai 4 cm dengan sigmat (gbr.2).
Selain itu, material bahan juga ikut menentukan harga. Maksudnya, selain harus kuat menekan pelat kopling, pegas dituntut harus cepat kembali ke posisi awal setelah ditekan penuh. Nah, itu hanya bisa didapat dari material yang berkualitas bagus.
Seperti PK BRT (gbr.4) seharga Rp 99 ribu, yang dibuat dari kawat baja murni yang diproses dengan sistem Hot Wire System. Karena proses tersebut, per kopling BRT lebih awet dan dijamin tingkat penurunan sangat kecil.
| Tabel Harga | |
| BRT | Rp 99 ribu |
| CLD | Rp 49 ribu |
| R9 | Rp 78-80 ribu |
| HRP | Rp 75-80 ribu |
| Kawahara | Rp 55 ribu |
| TDR | Rp 110-130 ribu |
| HRP | Rp 75-80 ribu |
| TK | Rp 100 ribu |
| Inspiro | Rp 100 ribu |
Ubah New Jupiter MX Jadi 6 Speed, Biaya Rp3,5 Jutaan!
Tambah melejit dengan 6 speed |
Menurut Ivan, New MX ini bisa dipasang paketan dari R 15 karena main axle dan driven axle-nya sama dengan V-ixion. "Nah, itu kan komponen utama, jika sama dengan V-ixion maka yakin MX baru bisa dibuat 6 speed. Hal ini tidak bisa dilakukan pada MX lama," tambah ayah satu anak.
Paketan ini terdiri dari 7 barang dari motor India tadi. Terdiri dari main axle, shift drum, gear 3 dan 4 pinion, gear 5 pinion, gear 5 wheel, gear 6 pinion dan gear 6 wheel. Tapi, memang perlu sedikit modifikasi, khususnya pada shift drum. Selebihnya pakai standar New MX.
"Hal itu karena pada shift drum R 15 tonjolan di bagian atasnya kecil, sehingga enggak pas jika dimasukkan dalam crankcase New MX tadi, karena itu perlu dibuatkan lapisan semacam bos supaya masuknya pas," kata pemilik bengkel VJ Racing Speed di Kompleks PM, Jl. Baret Biru III, Gg. Rahayu No. 50, Cijantung, Jakarta Timur ini.
Komposisi rasio sekarang dengan 6 percepatan (kiri). Kiri setelah pasang bos dan kanan sebelum dipasang shift drum R15 (kanan).
Bos ini dibuat dari bahan babet yang ketebalannya hanya 1 cm. Keberadaan bos tadi juga membuat indikator gigi di spidometer masih bisa dan tetap berfungsi.
"Tetap sampai 5, jika masuk gigi 6 indikatornya mati," tutup Ivan yang menjual paketan ini Rp 3,5 juta.
Paketan ini sifatnya tinggal pasang alias cukup main bolt-on. Ivan sudah merangkainya termasuk
untuk pembuatan bos di shift drum tadi. Mau tanya lebih jauh bisa kontak langsung Ivan di nomor 0813-1939-2333. (motorplus-online.com)
RASIO STANDAR NEW MX
1st = 34/12 (2.833)
2nd = 30/16 (1.875)
3rd = 30/21 (1.429)
4th = 28/24 (1.166)
5th = 26/27 (0.962)
RASIO SETELAH DIPASANG R 15
1st = 34/12 (2.833)
2nd = 30/16 (1.875)
3rd = 30/22 (1.364)
4th = 24/21 (1.143)
5th = 22/23 (0.957)
6th = 21/25 (0.840)

